Jumat, 27 Februari 2015

Dewan Keamanan PBB gelar sidang darurat soal Ukraina


Antara news, PBB, Amerika Serikat - Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat pada Jumat mengenai kesepakatan gencatan senjata di wilayah timur Ukraina, yang menunjukkan tanda kemungkinan diberlakukan, kata diplomat.


Prancis dan Jerman meminta pertemuan dewan beranggotakan 15 negara itu seiring dengan penarikan senjata berat dari garis depan oleh militer Ukraina dan pertarungan dengan pemberontak tampak mereda.

Pertemuan itu akan menjadi sidang pertama Dewan Keamanan PBB sejak bertemu pada 17 Februari untuk mendukung kesepakatan gencatan senjata oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Ukraina, Prancis serta Jerman, yang dicapai di Minsk.

Anggota DK-PBB akan mendengar laporan dari dua wakil Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) mengenai keadaan di lapangan, sebelum mengadakan pembicaraan tertutup.

Dewan tertinggi PBB itu telah mengadakan sebanyak 30 pertemuan untuk membahas konflik di Ukraina yang telah mengakibatkan hampir 5.800 orang tewas sejak perang dimulai pada April 2014, demikian seperti dilaporkan AFP.

Angkatan Laut Korsel-AS latihan bersama picu kemarahan Korut


Antara news, Seoul - Korea Selatan dan Amerika Serikat melakukan pelatihan angkatan laut bersama menjelang peluncuran pelatihan militer besar-besaran pekan depan, yang membuat marah Korea Utara.

Pelatihan bersama itu melibatkan 10 kapal perang Korea Selatan, yang didukung beberapa pesawat pengintai dan helikopter, serta sebuah kapal perusak Aegis dan helikopter Sea Hawk milik Amerika Serikat, kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Jumat.


"Pelatihan itu untuk meningkatkan kemampuan gerakan dan meningkatkan kemampuan pertahanan bersama dua negara bersekutu tersebut," kata juru bicara itu.

Pelatihan angkatan laut bersama itu adalah awal dari pelatihan militer bersama tahunan Foal Eagle selama delapan pekan, yang dimulai pada Senin dan melibatkan pelatihan angkatan udara, darat, laut dengan sekitar 200.000 tentara Korsel dan 3.700 tentara AS.

Selain itu, latihan militer bersama melalui simulasi komputer selama seminggu, Key Resolve, juga akan berlangsung pada Senin.

Latihan militer tahunan Korsel-AS merupakan sumber abadi ketegangan antara kedua negara semenanjung Korea itu.

Pemerintah Korsel dan AS bersikeras bahwa latihan militer bersama yang mereka lakukan pada dasarnya bersifat defensif, tetapi latihan itu seringkali dikecam oleh Pemerintah Korut karena dianggap sebagai latihan provokatif untuk invasi.

Pihak Korea Utara telah menawarkan moratorium uji coba nuklir jika latihan militer gabungan Korsel-AS tahun ini dibatalkan - suatu tawaran yang ditolak oleh pihak AS karena dinilai sebagai "ancaman implisit" untuk melakukan uji coba nuklir keempat.

Pada Selasa lalu, surat kabar milik partai komunis yang berkuasa di Korea Utara, Rodong Sinmun, mengatakan keputusan pihak Korsel dan AS untuk melanjutkan latihan militer bersama itu telah efektif "membunuh" kesempatan untuk melanjutkan dialog dengan pihak Korut.

"Hal yang masih harus dilakukan adalah bereaksi secara militer terhadap AS, sambil meningkatkan pencegahan perang dengan maksimal," kata surat kabar itu.

Lakukan Latihan, Kapal Tempur Iran Sambangi Indonesia



VIVA - Dua kapal Iran satuan ke-33 pada hari ini menyambangi Indonesia dan kini tengah berlabuh di Terminal Dua Tanjung Priok. Dua jenis kapal itu terdiri dari kapal tempur Nagdhi dan kapal logistik Bandar Abbas.

Demikian isi siaran pers Kedutaan Besar Iran di Jakarta yang diterima VIVA.co.id pada Jumat, 27 Februari 2015. Kedua kapal itu berangkat dari Pelabuhan Bandar Abbas di Iran dan melewati Teluk Aden.


Sebelum tiba di Indonesia, mereka juga mampir ke India dan Sri Lanka.

"Selama perjalanan, kedua kapal juga melakukan operasi tempur terhadap pembajak laut," tulis Kedubes Iran.

Selama berkunjung di Jakarta, mereka turut mengangkut mahasiswa Akademi Angkatan Laut. Ini merupakan kunjungan kedua kapal tempur Iran ke Tanah Air. Kunjungan pertama dilakukan pada tahun 1980an.

Menurut Kedubes Iran, kehadiran kedua kapal tersebut membawa misi perdamaian.

"Mereka juga menjaga keamanan kapal-kapal komersial Iran dan negara-negara lain yang sering hadir di perairan internasional," kata Kedubes Iran.

Ada beberapa alasan mengapa mereka berkunjung ke Indonesia. Pertama, RI merupakan salah satu negara sahabat bagi Iran.

"Kedua, dalam beberapa tahun, telah terjadi saling kunjung antara pejabat militer kedua negara. Salah satunya yaitu kunjungan Kepala Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Habibullah Sayyari tahun 2013 lalu," ujar mereka.

Dalam hasil pertemuan itu, kedua pihak sepakat bahwa kapal dari kedua AL akan saling berkunjung.

"Ketiga, AL Iran ingin berbagi seluruh pengalaman berharga mengenai operasi tempur seperti cara memberantas aksi bajak laut yang telah kami lakukan," kata Kedubes Iran.

China Berencana Tempatkan Pasukan di Luar Negeri



VIVA - Rancangan undang-undang baru China yang akan menjadi kerangka hukum pengiriman pasukan ke luar negeri, untuk menjalani misi kontra-terorisme akan segera disahkan.

Dikutip dalam laporan Reuters, Jumat, 27 Februari 2015, beberapa pakar mengatakan RUU Anti-Terorisme akan mengatasi kekhawatiran para petinggi militer, tentang tidak adanya mekanisme formal menjalankan operasi.


Pengaturan pada Pasal 76 itu, merupakan sebagian kecil dari UU yang dimaksudkan untuk memperkuat upaya memerangi terorisme di dalam negeri, seperti diumumkan pada November 2014 lalu.

RUU itu telah menjalani pembahasan kedua oleh sebuah komite di parlemen, dan mungkin akan disetujui pada beberapa pekan atau bulan mendatang. Belum banyak orang China yang menjadi sasaran serangan terorisme di luar negeri.

Walau begitu, China memiliki banyak kepentingan terkait investasi di sektor energi, proyek konstruksi dan pertambangan pada banyak negara di dunia, termasuk Timur Tengah dan Afrika yang tidak stabil karena konflik bersenjata.

Resiko terkait berbagai proyek investasi China itu telah dibahas sejak 2011, ketika ribuan orang pekerja asal China harus dievakuasi dari Libya, selama terjadinya pemberontakan terhadap Moammar Kadhafi.

Pasal 76 akan memberi kewenangan bagi militer, untuk melakukan operasi kontra-terorisme di luar negeri, dengan persetujuan dari negara yang terkait.
"Ini merupakan evoluasi dalam cara berpikir China pada upaya kontra-terorisme," kata Daveed Gartenstein-Ross, peneliti kontra-terorisme yang berbasis di Washington DC

Diplomat China Perlihatkan Dukungan Bagi Rusia Soal Ukraina


VIVA - Barat harus mempertimbangkan kekhawatiran Rusia, atas masalah keamanan mereka terkait persoalan Ukraina. Demikian disampaikan Duta Besar China untuk Belgia, Qu Xing pada Kamis 26 Februari 2015.

Xing yang dikutip Reuters, Jumat 27 Februari 2015, mengkritik kompetisi yang terjadi antara Rusia dan Barat, terkait krisis Ukraina, mendesak Barat meninggalkan mentalitas 'zero-sum' dengan Rusia.

Dia merujuk pada sebuah teori ekonomi, yang merepresentasikan situasi di mana kemenangan satu pihak adalah kekalahan bagi lawannya. "Barat harus meninggalkan mentalitas zero-sum dan mempertimbangkan kekhawatiran nyata Rusia," ujar Xing.

Menurut Xing, intervensi eksternal menambah buruk krisis, serta memperingatkan bahwa Moscow akan merasa diperlakukan tidak adil, jika Barat, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa, tidak mengubah pendekatan.

Komentar Xing itu memperlihatkan pemahaman China atas posisi Rusia, setelah sebelumnya Beijing secara umum tidak terlihat ingin mendukung Rusia atas krisis di Ukraina.

China selama ini tampak berhati-hati, untuk tidak terseret dalam konflik antara Rusia dan Barat tentang masa depan Ukraina, dengan mengatakan ingin mengembangkan kerja sama yang bersahabat dengan Ukraina.

Sebaliknya juga menyebut menghormati independensi, kedaulatan, dan integritas teritorial Rusia. Xing menyampaikan komentarnya, seiring dengan pembicaraan yang berlangsung antara AS dan Eropa, untuk menambah sanksi bagi Rusia.

Pada Senin 23 Februari 2015, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menuduh Barat berusaha mendominasi, serta memaksakan ideologi mereka pada pihak lain.

Xing mengeluarkan kritik keras pada AS, dengan mengatakan keterlibatan Washington di Ukraina, akan menjadi gangguan dalam kebijakan luar negerinya.

"AS tidak bersedia melihat kehadirannya di mana pun dilemahkan, tetapi faktanya adalah sumber daya mereka terbatas, dan akan menjadi pekerjaan sulit untuk menjaga pengaruhnya dalam urusan eksternal," ucap Xing.

ISIS ledakkan perpustakaan di Irak, 10 ribu buku dibakar



Merdeka - Direktur Perpustakaan Umum di Kota Mosul, Irak, Ghanim al-Ta'an, mengatakan, kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ekstremis menggunakan bom rakitan untuk meledakkan perpustakaan itu pada Ahad lalu.

Akibat ledakkan itu, sebanyak 10.000 buku dan lebih dari 700 manuskrip langka terbakar, seperti dilansir Daily Mail Rabu (25/2). Sejumlah tokoh masyarakat berusaha mencegah perbuatan ISIS itu tapi gagal.


Buku-buku yang terbakar antara lain koleksi Perpustakaan Pusat Irak berupa koran Irak awal abad 20, peta dan buku-buku dari Kekaisaran Ottoman dan koleksi buku yang disumbangkan oleh sekitar 100 keluarga pendiri Perpustakaan Mosul.

Menurut the Fiscal Times, mendengar kabar kejadian itu seorang narablog di Mosul, Rayan al-Hadidi menulis, "Sembilan ratus tahun lalu, buku-buku dari filsuf Arab Ibnu Rushd dikumpulkan di depan matanya dan dibakar. Salah satu muridnya mulai menangis sambil menyaksikan pembakaran itu. Ibnu Rushd mengatakan kepadanya, ide memiliki sayap tapi aku menangis hari ini karena kejadian ini. "

Menurut warga setempat, ISIS pertama kali menyerang perpustakaan itu bulan lalu. Mereka kemudian menghancurkan kunci-kunci ruangan tempat menyimpan buku dan manuskrip.

ISIS pertama kali menginvasi perpustakaan itu bulan lalu. Warga mengatakan ekstrimis menghancurkan kunci yang telah melindungi perpustakaan terbesar di kota Irak utara, yang memiliki sekitar 2.000 buku termasuk cerita anak-anak, puisi, filsafat dan buku-buku tentang olahraga, kesehatan, budaya dan ilmu pengetahuan.

Seorang militan mengatakan kepada warga, "Buku-buku ini mempromosikan perselingkuhan dan panggilan untuk tidak mematuhi Allah. Jadi mereka akan dibakar", kata warga itu kepada kantor berita The Associated Press.

Sejak ISIS merebut sepertiga wilayah Irak dan Suriah, mereka berusaha untuk membersihkan masyarakat dari segala sesuatu yang tidak sesuai dengan penafsiran kekerasan mereka tentang Islam. Mereka sudah menghancurkan banyak peninggalan arkeologi, yang mereka anggap kafir, dan bahkan situs Islam dianggap berhala.

Parade militer Amerika dan NATO di Estonia



NARVA – Pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), mengadakan parade di Kota Narva, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Estonia Selasa 24 Februari 2015. Pasukan dari berbagai negara anggota NATO bergabung dengan pasukan angkatan bersenjata Estonia ambil bagian dalam parade tersebut.


Namun, aksi NATO ini mendapat sorotan dari beberapa pihak dan diyakini sebagi unjuk kekuatan NATO kepada Rusia. Pasalnya, letak Narva hanya berjarak 200 meter dari perbatasan Rusia Penduduk Narva juga merupakan mayoritas Rusia.

“Narve merupakan bagian dari NATO seperti halnya New York atau Istanbul, dan NATO mempertahankan setiap jengkal wilayahnya,” kata Perdana Menteri Estonia Taavi Roivas di ibukota Tallin, sebagaimana dikutip International Business Times, Kamis (26/2/2015).

Estonia telah bergabung dengan NATO dan Uni Eropa pada 2004, dan bersama dengan Latvia dan Lithuania merupakan pengkritik keras kebijakan Rusia sejak negara itu lepas dari Uni Soviet pada 1991.