Islam Times - Jet menjatuhkan sejumlah kotak kayu yang berisi berbagai senjata api dan amunisi di Aden, sekitar 420 kilometer di selatan Sana'a, Jumat pagi (3/4), koran Aden al-Ghad melaporkan.
Laporan mengutip pernyataan seorang pejabat militer setempat yang tak disebutkan namanya, bahwa kelompok pro Hadi mendapat peralatan komunikasi, tempur dan medis yang canggih.
Serangan udara Arab Saudi terhadap Yaman bermula 26 Maret lalu dengan tujuan memulihkan kekuasaan mantan presiden Abdrabbuh Mansur Hadi, sekutu dekat Riyadh.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Valerie Amos dalam sebuah pernyataan Kamis (2/4) mengatakan bahwa 1.700 orang terluka dalam bentrokan antara kelompok-kelompok yang bertikai di Yaman serta serangan udara yang dipimpin Saudi.
Sabtu, 04 April 2015
Kamis, 02 April 2015
Satu Tentara Arab Saudi Tewas di Perbatasan Yaman
Irib - Juru bicara Departemen Luar Negeri Arab Saudi mengkonfirmasikan tewasnya satu tentara penjaga perbatasan negara ini di perbatasan Yaman.
Jubir Kemenlu Arab Saudi Kamis (2/4) mengumumkan, seorang anggota pasukan penjaga perbatasan negara ini di jalur penyeberangan al-Husn di Provinsi Asir tewas akibat tembakan dari arah wilayah Yaman dan sepuluh lainnya cidera.
Ini adalah tentara Arab Saudi pertama yang berita kematiannya diumumkan secara resmi oleh Riyadh pasca 26 Maret 2015 dan dimulainya intervensi militer di Yaman.
Dalam hal ini, televisi al-Alam melaporkan, delapan orang dari anggota sebuah keluarga Yaman tewas oleh tembakan militer Arab Saudi ke arah perbatasan Yaman di wilayah Razih, Provinsi Saada, Yaman utara dan delapan warga sipil lainnya cidera dalam aksi tersebut.
Arab Saudi dilaporkan melanggar kedaulatan Yaman dan melakukan intervensi di urusan internal Sanaa. Sejak 26 Maret lalu berbagai wilayah Yaman menjadi target serangan udara dan darat Arab Saudi. Brutalitas Arab Saudi ini telah menewaskan dan menciderai ratusan warga sipil Yaman.
Jubir Kemenlu Arab Saudi Kamis (2/4) mengumumkan, seorang anggota pasukan penjaga perbatasan negara ini di jalur penyeberangan al-Husn di Provinsi Asir tewas akibat tembakan dari arah wilayah Yaman dan sepuluh lainnya cidera.
Ini adalah tentara Arab Saudi pertama yang berita kematiannya diumumkan secara resmi oleh Riyadh pasca 26 Maret 2015 dan dimulainya intervensi militer di Yaman.
Dalam hal ini, televisi al-Alam melaporkan, delapan orang dari anggota sebuah keluarga Yaman tewas oleh tembakan militer Arab Saudi ke arah perbatasan Yaman di wilayah Razih, Provinsi Saada, Yaman utara dan delapan warga sipil lainnya cidera dalam aksi tersebut.
Arab Saudi dilaporkan melanggar kedaulatan Yaman dan melakukan intervensi di urusan internal Sanaa. Sejak 26 Maret lalu berbagai wilayah Yaman menjadi target serangan udara dan darat Arab Saudi. Brutalitas Arab Saudi ini telah menewaskan dan menciderai ratusan warga sipil Yaman.
Rabu, 01 April 2015
Krisis di Yaman semakin memburuk, jumlah korban dikhawatirkan terus bertambah
BBC - Pertempuran di kota Aden, Yaman semakin meningkat Kamis (02/04) dini hari, seiring dengan usaha pemberontak Houthi menguasai kota tersebut.
Kekhawatiran pun mencuat akan tingginya jumlah korban setelah bentrokan sengit antara pejuang milisi lokal dan pasukan pemberontak.
Saksi melaporkan mayat bergeletakan di jalan setelah pemberontak melakukan gempuran dan melancarkan serangan dengan para penembak jitu.
Seorang juru bicara untuk lembaga bantuan Medecins Sans Frontieres (MSF) mengatakan kepada BBC bahwa rumah sakit di Aden telah menerima lebih dari 500 orang luka-luka dari semua pihak yang berkonflik selama dua minggu terakhir.
"Cedera terparah adalah luka tembak dan sejak pemboman terjadi kami merawat banyak orang yang menderita luka akibat ledakan," kata juru bicara MSF Marie-Elisabeth Ingres.
Pertempuran sengit terus berlanjut meskipun adanya serangan udara terhadap pasukan Houthi oleh koalisi yang dipimpin Arab Saudi.
Pemberontak Houthi yang bersekutu dengan pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh dilaporkan semakin menguasai Aden dan mencoba merebutnya dari kendali para pejuang yang setia kepada Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi.
Para pemberontak mengatakan tujuan mereka adalah menggantikan pemerintahan Presiden Hadi yang mereka tuduh sebagai korup.
Kekhawatiran pun mencuat akan tingginya jumlah korban setelah bentrokan sengit antara pejuang milisi lokal dan pasukan pemberontak.
Saksi melaporkan mayat bergeletakan di jalan setelah pemberontak melakukan gempuran dan melancarkan serangan dengan para penembak jitu.
Seorang juru bicara untuk lembaga bantuan Medecins Sans Frontieres (MSF) mengatakan kepada BBC bahwa rumah sakit di Aden telah menerima lebih dari 500 orang luka-luka dari semua pihak yang berkonflik selama dua minggu terakhir.
"Cedera terparah adalah luka tembak dan sejak pemboman terjadi kami merawat banyak orang yang menderita luka akibat ledakan," kata juru bicara MSF Marie-Elisabeth Ingres.
Pertempuran sengit terus berlanjut meskipun adanya serangan udara terhadap pasukan Houthi oleh koalisi yang dipimpin Arab Saudi.
Pemberontak Houthi yang bersekutu dengan pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh dilaporkan semakin menguasai Aden dan mencoba merebutnya dari kendali para pejuang yang setia kepada Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi.
Para pemberontak mengatakan tujuan mereka adalah menggantikan pemerintahan Presiden Hadi yang mereka tuduh sebagai korup.
Barisan Tank Saudi Arabia Mendekati Perbatasan Yaman
Liputanislam - Laporan lain menyebutkan pasukan tank Saudi bergerak menuju perbatasan Yaman. Situs berita Yemensaeed memberitakan bahwa para aktivis Saudi dan Yaman telah memosting rekaman video di internet yang memperlihatkan barisan tank Saudi bergerak menuju kawasan perbatasan Jazan. Barisan tank itu diperkirakan untuk memulai serangan darat ke Yaman.
Saudi dan beberapa negara Arab sekutunya melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret 2015 dengan ambisi mengembalikan kekuasaan di Yaman kepada Mansur Hadi dari tangan Ansarullah yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman.
Sejauh ini serangan udara koalisi telah menewaskan puluhan orang yang sebagian besar adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak kecil, serta melukai ratusan orang dan menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatakan prihatin atas banyaknya warga sipil yang menjadi korban serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi.
Saudi dan beberapa negara Arab sekutunya melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret 2015 dengan ambisi mengembalikan kekuasaan di Yaman kepada Mansur Hadi dari tangan Ansarullah yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman.
Sejauh ini serangan udara koalisi telah menewaskan puluhan orang yang sebagian besar adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak kecil, serta melukai ratusan orang dan menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatakan prihatin atas banyaknya warga sipil yang menjadi korban serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi.
Saudi Gunakan Bom Terlarang saat Menyerang Yaman
LiputanIslam - Belum lama ini lembaga pemantau HAM internasional Human Right Watch (HRW) mengaku memiliki bukti-bukti bahwa Saudi menggunakan senjata terlarang dalam serangannya ke Yaman.
Sebagaimana dilansir Alalam, HRW menyebutkan bahwa Saudi dan sekutunya telah menggunakan bom cluster serta menyerang lokasi-lokasi permukiman di Sanaa, ibu kota Yaman. Lembaga ini memastikan sebanyak 23 warga sipil, beberapa di antaranya anak kecil, dan 14 rumah hancur, akibat ledakan bom cluster.
HRW mengaku khawatir bom terlarang ini terus digunakan oleh Saudi dan sekutunya dalam invasi mereka ke Yaman.
Saudi memulai serangan ke Yaman dengan ambisi mengembalikan kekuasaan di Yaman kepada presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi yang menjalin aliansi erat dengan rezim Saudi.
Sebagaimana dilansir Alalam, HRW menyebutkan bahwa Saudi dan sekutunya telah menggunakan bom cluster serta menyerang lokasi-lokasi permukiman di Sanaa, ibu kota Yaman. Lembaga ini memastikan sebanyak 23 warga sipil, beberapa di antaranya anak kecil, dan 14 rumah hancur, akibat ledakan bom cluster.
HRW mengaku khawatir bom terlarang ini terus digunakan oleh Saudi dan sekutunya dalam invasi mereka ke Yaman.
Saudi memulai serangan ke Yaman dengan ambisi mengembalikan kekuasaan di Yaman kepada presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi yang menjalin aliansi erat dengan rezim Saudi.
AS Bergabung Dalam Serangan Saudi Cs ke Yaman
LiputanIslam – Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah bergabung dalam serangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman, sementara lembaga pemantau HAM HRW menyatakan Saudi menggunakan bom cluster terlarang di Yaman.
“Kapal AS kemarin ikut serta dalam serangan ke Sanaa, khususnya. Mereka meluncurkan rudal cruise terhadap sebuah brigade berkekuatan rudal,” ungkap sebuah sumber militer kepada media Rusia Sputnik, Selasa (01/3/2015), sebagaimana dikutip Press TV.
Sumber itu mencatat bahwa serangan AS itu dimulai setelah jet tempur Saudi gagal menyerang depot senjata milik Ansarullah alias kelompok al-Houthi.
Pernyataan ini menjadi keterangan pertama yang menyebutkan adanya kolaborasi militer antara AS dan Saudi dalam serangan ke Yaman.
Sehari setelah koalisi pimpinan Saudi dan sekutunya memulai serangan udara ke Yaman pada 26 Maret 2015, Presiden AS Barack Obama telah mengekspresikan dukungannya kepada Saudi cs.
Dalam serangan terbaru terhadap pabrik bahan makanan di provinsi Hudaydah di bagian barat Yaman pada Rabu (1/4/2015), sebanyak 29 warga Yaman terbunuh, dan 24 lainnya luka-luka.
Mesir Turunkan 2000 Pasukan Payung ke Yaman
LiputanIslam – Angkatan bersenjata Mesir dilaporkan telah menerjunkan 2,000 pasukan payungnya ke kawasan sekitar Pelabuhan al-Mukha, provinsi Ta’iz, Yaman. Demikian dilaporkan harian al-Rai terbitan Kuwait sembari menambahkan bahwa Mesir juga telah menempatkan sejumlah pasukannya yang lain di Selat Bab al-Mandeb dengan dalih demi menjaga keamanan di kawasan strategis tersebut.
Kantor berita Turki Anatolia mengutip pernyataan seorang pejabat yang meminta tidak disebutkan namanya bahwa pasukan koalisi Arab berencara mencegah masuknya pasukan Ansarullah ke Pelabuhan al-Mukha atau Selat Bab al-Mandeb agar milisi itu tidak menguasai dua lokasi penting tersebut.
Situs Newsweek yang berbasis di Amerika Serikat juga mengabarkan bahwa Mesir telah mengirim 2,000 pasukan ke Yaman, namun belum ada sumber resmi dari Mesir yang berkomentar mengenai berita ini.
Menurut Newsweek, tiga orang pejabat Mesir mengatakan kepada Associated Press bahwa Mesir dan Arab Saudi mulai masuk ke wilayah Yaman melalui wilayah Arab Saudi serta menguasai kawasan Pantai Laut Merah dan Laut Arab, dan meningkatkan serangan udara ke berbagai kota Yaman.
Saudi dan beberapa negara Arab sekutunya, termasuk Mesir dan Sudan, melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret 2015 dengan ambisi mengembalikan kekuasaan di Yaman kepada presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi yang menjalin aliansi erat dengan rezim Saudi dan diperangi oleh Ansarullah yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman setelah sekian bulan menggerakkan revolusi rakyat. Belakangan juga terbetik laporan bahwa militer AS juga terlibat langsung dalam serangan ke Yaman.
Kantor berita Turki Anatolia mengutip pernyataan seorang pejabat yang meminta tidak disebutkan namanya bahwa pasukan koalisi Arab berencara mencegah masuknya pasukan Ansarullah ke Pelabuhan al-Mukha atau Selat Bab al-Mandeb agar milisi itu tidak menguasai dua lokasi penting tersebut.
Situs Newsweek yang berbasis di Amerika Serikat juga mengabarkan bahwa Mesir telah mengirim 2,000 pasukan ke Yaman, namun belum ada sumber resmi dari Mesir yang berkomentar mengenai berita ini.
Menurut Newsweek, tiga orang pejabat Mesir mengatakan kepada Associated Press bahwa Mesir dan Arab Saudi mulai masuk ke wilayah Yaman melalui wilayah Arab Saudi serta menguasai kawasan Pantai Laut Merah dan Laut Arab, dan meningkatkan serangan udara ke berbagai kota Yaman.
Saudi dan beberapa negara Arab sekutunya, termasuk Mesir dan Sudan, melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret 2015 dengan ambisi mengembalikan kekuasaan di Yaman kepada presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi yang menjalin aliansi erat dengan rezim Saudi dan diperangi oleh Ansarullah yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman setelah sekian bulan menggerakkan revolusi rakyat. Belakangan juga terbetik laporan bahwa militer AS juga terlibat langsung dalam serangan ke Yaman.
Langganan:
Postingan (Atom)






